![]() |
|
|
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
DATA KUANTITATIF BAZNASAlhamdulillah, dalam usianya yang relatif muda, di tengah kendala yang dihadapi BAZNAS dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Pengumpulan dan pendayagunaan ZIS yang dilakukan semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Grafik Penerimaan ZIS konter BAZNAS
Dari grafik tersebut terlihat bahwa ada kenaikan dana zakat yang terhimpun, meskipun ada penurunan dana infak shadaqah sehingga total penerimaan ZIS menurun. Penerimaan dana infak shadaqah tahun 2005 melonjak tinggi meningkat tajam merupakan penerimaan terbesar karena adanya bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam pada akhir Desember 2004 telah meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia untuk berbagi. Terlihat dari penerimaan dana infak tahun 2005 yang melonjak cukup tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2006, gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya juga telah mendorong masyarakat untuk berinfak. Sesuai dengan fungsi koordinatifnya, BAZNAS juga mencatat penerimaan ZIS dari jaringannya yang terdiri dari Unit Pelayanan Zakat (UPZ), Badan Amil Zakat Daerah dan lembaga amil zakat. Meskipun baru sebgaian yang dapat dikoordinasikan, namun alhamdulillah dari data ini dapat digambarkan pertumbuhan penerimaan dana ZIS di Indonesia. Penghimpunan ZIS BAZNAS dan Jaringan BAZNAS tahun 2002-2007
*) sebagian data
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||